Hoax Telur Sintetis Berbahan Karet di Medan

October 25, 2017
Admin

Masyarakat di Medan sempat heboh dengan isu beredarnya telur sintetis berbahan karet yang dijual bebas di pasar. Berawal dari laporan seorang warga bernama Noermansyah yang menemukan telur yang diduga sintetis berbahan plastik dan karet. Telur itu dibeli sang istri dari Pasar Padang Bulan Medan.

Noermansyah mengatakan curiga telur yang dibelinya terbuat dari bahan sintetis lantaran burung kenari peliharaannya tak mau mengkonsumsi telur rebus yang diberikan. Padahal biasanya burung peliharaannya itu sangat suka dengan telur rebus, khususnya bagian kuning telur.

Saat diperiksa, bagian telur itu kenyal seperti karet dan bagian kuningnya sama sekali tak berbau amis. Temuan itu pun kemudian disampaikan kepada para awak media dan ikut menjadi viral di media sosial.

Status : HOAX 

FAKTA 

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Medan menegaskan kabar mengenai peredaran telur ayam sintetis mengadung karet dan plastik adalah hoax.

Terkait itu, BPOM telah berhasil menyelesaikan penelitian dan analisis terhadap sampel telur yang berhasil dikumpulkan dari Pasar Padang Bulan Medan pada Minggu 15 Oktober 2017 lalu.

Pengumpulan sampel telur itu dilakukan terkait laporan warga soal temuan telur yang diduga sintetis yang diduga mengadung karet, plastik ataupun bahan berbahaya lain.

Kepala BPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengatakan, dari analisa yang dilakukan pihaknya, diketahui bahwa sampel telur yang berhasil kumpulkan tidak menunjukkan adanya kandungan karet ataupun plastik dalam telur.

Menurut Yulius, kebanyakan dari sampel telur yang dikumpulkan BPOM adalah telur yang sudah busuk, rusak ataupun tak segar.

“Yang jelas sampai saat ini kita teliti itu hanya memang telur yang sudah tidak segar. Jadi, yang jelas tidak mengandung karet dan plastik. Hanya telur yang rusak,”ujar Sacramento, Selasa (24/10/2017).

Dijelaskan Sacramento, tekstur telur dapat berubah atau rusak bisa dikarenakan suhu, kebersihan, dan tidak tertutup kemungkinan telur itu untuk ditetaskan tapi tidak menetas.

“Jadi, setelah kita teliti tidak mengandung unsur karet ataupun plastik. Yang ada hanya penggumpalan protein, itu bisa karena bakteri dan itu kelainan telur saja itu,” jelasnya.

Ditanyai soal akibat dari mengonsumsi telur yang rusak, Sacramento menuturkan bahwa konsumsi telur dengan kualitas buruk akan menyebabkan terganggunya sistem pencernaan.

“Karena telur sudah rusak dan kita memakannya, maka, itu bisa menyebabkan gangguan-gangguan dalam pencernaan kita,” tuturnya.

 

Sumber :

https://news.okezone.com/read/2017/10/24/337/1801330/tenang-bpom-pastikan-isu-telur-sintetis-adalah-hoax

 

 

Article Categories:
Hoax · Kesehatan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *