Tercyduk! Saracen Cyber Team, Kelompok Penyebar Berita Hoax dan SARA

August 23, 2017
Admin

Hoax adalah fenomena global yang tak bisa diabaikan di era digital. Namun, menyebarkan berita hoax dan SARA sangatlah berbahaya bagi masyarakat.

Indonesia sudah pernah mengalami masa-masa kritis yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, akibat berita dan isu hoax yang disebarkan oleh penjahat dunia maya. Kepolisian bekerja keras mengungkap aktor dibalik aksi kejahatan cyber tersebut.

Salah satu group penyebar berita hoax berhasil diungkap kepolisian, yakni Group Saracen atau Saracen Cyber Team.

Ada tiga orang yang ditangkap terkait kasus ini, yakni MFT (43), ditangkap pada 21 JUli 2017, SRN (32), ditangkap pada 5 Agustus lalu di Cianjur, Jawa Barat, dan terakhir JAS (32) yang ditangkap di Pekanbaru, Riau, pada 7 Agustus 2017.

Foto : Polri

Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/8/2017), Kabag Mitra Divhumas Polri Kombes Awi Setiyono dalam keterangannya mengatakan, kelompok Saracen ini sering mengunggah ujaran kebencian dan hoax bermuatan SARA.

“Ini meresahkan netizen dan berpotensi memicu disintegrasi bangsa,” beber Awi.

Awi menjelaskan, dalam kelompok ini, tersangka JAS berperan sebagai ketua, lalu MFT sebagai bidang media informasi dan SRN sebagai koordinator group wilayah.

“JAS dalam merekrut anggotanya menggunakan unggahan yang provokatif menggunakan isu SARA sesuai trend di media sosial. Unggahan itu berupa kata-kata, narasi, meme yang mengarahkan opini agar masyarakat berpandangan negatif ke kelompok masyarakat tertentu,” jelas Awi.

Foto : Polri

Hasil digital forensik Mabes Polri, kelompok Saracen ini menyebarkan ujaran kebencian melalui grup Facebook Saracen, Saracen Cyber Team, dan Saracennews.

“Hingga saat ini jumlah akun yang tergabung dalam jaringan group Saracen berjumlah 800 ribu akun,” tambah Awi.

Tersangka JAS, sebagai ketua kelompok diketahui memiliki 11 akun email dan 6 akun facebook yang dia gunakan untuk membuat group dan mengambil alih akun orang lain.

Penyidik melacak kelompok ini dari beberapa konten yang disebar dan berbau SARA.

“Barang bukti yang disita dari JAS, 50 simcard, 5 hardisk CPU, 1 HD Laptop, 4 HP, 5 flashdisk, 2 memory card. Sedangkan dari tersangka lain disita 5 simcard, 1 memory card, dan 1 HP Lenovo. Para tersangka ditahan di Mabes Polri.” Terang Awi.

Kelompok Saracen Sebar Hoax karena Uang 

Motif utama Saracen Cyber Team beraksi hanyalah untuk mendapatkan uang. Mereka juga mengaku beroperasi di beberapa propinsi di Indonesia.

Kasubbag Ops Satgas Patroli Siber Polri, AKBP Susatyo Purnomo menyebutkan, ada orang yang memesan kepada kelompok Saracen agar menyebarkan hoax tertentu. Pemesan jasa Saracen biasanya bertujuan menjatuhkan citra tokoh tertentu.

“Kepada pejabat publik, tokoh masyarakat tertentu, dan sebagainya,” kata Susatyo menyebut orang yang biasa menjadi korban Saracen.

Dalam laman yang mereka kelola, kelompok Saracen memberikan ruang untuk pemasang iklan. Dari iklan di lamannya, mereka juga mendapatkan sejumlah uang.

Foto : Polri

Tak hanya mendapatkan uang dari pemasang iklan, kelompok Saracen juga membuat proposal bagi para pengguna jasanya.

Kepala Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar menyebutkan, ada temuan kelompok Saracen membuat proposal yang akan disebar.

“Setiap proposal nilainya puluhan juta,” sebut Irwan dalam kesempatan yang sama.

Kelompok Saracen menyebarkan berita bohong dan provokatif berdasarkan pesanan, mereka tidak hanya menyerang golongan tertentu. Menurut Irwan. serangan untuk merusak citra seseorang dilakukan semata karena pesanan.

“Para pelaku memiliki ribuan akun. Misalnya kurang lebih 2.000 akun itu dia membuat meme, misalnya yang menjelek-jelekkan Islam, ribuan lagi kurang lebih hampir 2.000 itu yang menjelek-jelekkan Kristen. Itu yang kemudian tergantung pemesanan,” ujar Irwan.

Atas perbuatanya, para tersangka terancam jeratan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan hukuman maksimal paling lama tujuh tahun penjara.

 

Sumber :

https://kumparan.com/indra-subagja/polri-bongkar-kelompok-saracen-penyebar-berita-hoax-dan-sara

https://kumparan.com/teuku-muhammad-valdy-arief/kelompok-saracen-sebar-hoax-hanya-karena-uang

 

Article Categories:
Agama · Hoax · Media

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *